Kamis, 15 Maret 2012

Faedah Orang Lapar

Perut sebenarnya merupakan sumber syahwat, penyakit dan marabahaya. Sebab, ia menimbulkan syahwat kemaluan, syahwat makan dan syahwat nikah yang akhirnya mendorong adanya keinginan untuk mendapatkan pangkat dan harta benda. keinginan untuk memperbanyak harta benda dan pangkat itulah yang akhirnya melahirkan berbagai macam kekalutan, persaingan, persombongan, dendam, permusuhan, kemudaian mendorong pelakunya untuk melakukan kejahatan, kemungkaran dan keburukan. semua itu merupakan buah dari tidak adanya penjagaan terhadap perut dan kerusakan-kerusakan yang dihasilkan dari rasa kenyang.
Seandainya manusia menundukan hawa nafsunya dengan cara berlapar diri sehingga mempersempit ruang gerak setan, maka ia akan melaksakan ketaatan kepada Allah, tidak melakukan perbuatan tercela, tidak tenggelam di dalam dunia, tidak mengedepankan dunia atas akhirat, dan tidak rakus terhadap dunia.


Faedah Orang Lapar, yaitu:
  1. Memersihkan hati, mengendalikan tabiat, dan menyelamatkan mata hati. Rasa kenyang mendatangkan kebodohan, membutakan hati, membebani dan memperlambat pikiran.
  2. Melembutkan hati dan menjernihkannya, membuat seseorang mampu menangkap nikmatnya suatu kebiasaan dan dapat menghayati sebuah zikir.
  3. Ketertundukan dan rendah hati, hilangnya kesembronoan, kegembiraan yang melewati batas, dan kesombogan yang merupakan sumber kejahatan dan lupa terhadap Allah. Tidak ada sesuatu yang lebih bisa menundukkan hawa nafsu selain lapar.
  4. Tidak lupa terhadap bencana dan azab Allah, dan juga tidak melupakan oarng-orang yang mendapatkan bencana tersebut. Sebab,seseorang yang kenyang akan melupakan seorang yang lapar dan kelaparn itu sendiri. Seorang hamba yang pinter, selau mengingat bencana akhirat di saat melihat orang lain sedang mendapat bencana.
  5. Mengalahkan keseluruhan syahwat yang mendorong pada kemaksiatan, dan mampu menguasai jiwa yang selalu mengajak pada keburukan. Sebab , keseluruhan kemaksiatan dimunculkan oleh syahwat dan kekuatan.
  6. Menolak kantuk dan membuat seseorang untuk denantias terjaga (tidak tidur). seorang yang banyak makan, akan banyak minum, seorang yang banyak minum akan banyak tidurnya.
  7. Mempermudah seseorang untuk melakukan ibadah secara terus menerus.sebab, makan mencegah seseorang untuk memperbanyak ibadah.
  8. Menyedikitkan makan bisa menyehatkan badan dan menolak penyakit.
  9. Meringankan beban hidup, seseorang yang membiasakan diri dengan makanan yang sedikit hanya sedikit membutuhkan harta.
  10. Membuat seseorang mampu mengorbankan dan mensedekahkan kelebihan makananya kapada anak yatim dan orang-orang miskin, sehingga di hari kiamat nanti ia berada di bawah payung sedekahnya itu.


Referensi: Abi. Dunya Ibnu, 2009, Mukzizat Lapar, Yogyakarta, Leutika 




  • Stumble This
  • Fav This With Technorati
  • Add To Del.icio.us
  • Digg This
  • Add To Facebook
  • Add To Yahoo

0 komentar:

Posting Komentar